Facebook

Rabu, 21 April 2010

Hati Yang Gundah


By:


Siang ini secara tidak sengaja saya bertemu dengan teman lama, dulu kami sama-sama aktifis remaja masjid. Kemudian kami mampir makan siang di Warung Padang. Rendang menjadi menu pilihan kami berdua. Wajahnya tersenyum disaat saya bertanya apa aktifitasnya sekarang.
Raut wajahnya seperti memendam hati yang gundah. Dia bercerita banyak hal. Tentang 3 putra yang harus dihidupinya dan juga usahanya dengan kesungguhan ibadah dan keimanannya tetap tidak mendapatkan apa yang diharapkannya. Terlontar betapa kecewa dirinya kepada Sang Khaliq.
'Sudah hampir sepuluh tahun kaki ini tidak pernah menginjak di masjid,' ucapnya dengan wajah yang serius. beberapa kali nampak dia menarik napas. Mendengar yang diucapkan nasi dan rendang terasa menyangkut ditenggorokan. Buru-buru saya membasahinya dengan segelas es tawar.
Saya bisa merasakan kegundahan hatinya, keputusasaannya, pertanyaan yang terlontar wujud gambaran orang yang beriman namun dirinya tidak kunjung mendapatkan seperti yang dibayangkan. Ada sesuatu yang penting namun telah dilupakan oleh setiap orang bahwa salah satu tindakan yang dapat membuat terjadinya keajaiban adalah kesabaran. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 153).
Wassalam,

Tiada ulasan: